Guidelines
Panduan singkat penggunaan ShaderBench.
Alur Penggunaan
- 1.Pilih kategori dan spesifikasi sesuai device yang kamu gunakan.
- 2.Pilih aplikasi Minecraft: Original untuk Minecraft murni tanpa modifikasi, atau Shader Launcher untuk Minecraft yang sudah didukung shader loader seperti MCPE Patch, MB Loader, Better RenderDragon, atau Matject.
- 3.Pilih versi Minecraft. Versi ini dipakai sebagai pencocokan hasil uji: jika versi sama dan lolos validasi, shader kemungkinan besar berjalan normal. Jika berbeda, ada risiko bug atau tidak berjalan, meskipun sebagian shader tetap kompatibel.
- 4.Pilih shader yang ingin dianalisis.
- 5.Hasil analisis menampilkan spesifikasi device, level shader, kategori performa (seberapa berat shader berjalan di device kamu), rekomendasi setting, beserta perkiraan FPS pada setting tersebut.
- 6.Beri feedback: pilih Sesuai jika prediksi akurat atau meleset kurang dari 15%, atau Tidak sesuai jika prediksi jauh melenceng. Sertakan FPS aktual dan alasan agar data bisa diperbaiki.
- 7.Gunakan kolom Kritik & Saran untuk melaporkan device yang belum tersedia, shader yang belum lengkap, atau keluhan fitur lainnya.
Sumber Data
- Model analisis menggunakan rumus fisika sederhana dengan pendekatan provenance-first, yaitu setiap angka memiliki asal-usul yang jelas.
- Prediksi dibuat secara koheren: FPS yang ditampilkan sesuai dengan setting yang direkomendasikan.
- Machine learning menggunakan metode Random Forest untuk membantu menentukan kategori performa.
- Training model menggabungkan data simulasi dan data riil dari pengujian shader.
Konsep Analisis
- Model analisis menggunakan rumus fisika sederhana dengan pendekatan provenance-first, yaitu setiap angka memiliki asal-usul yang jelas.
- Prediksi dibuat secara koheren: FPS yang ditampilkan sesuai dengan setting yang direkomendasikan.
- Machine learning menggunakan metode Random Forest untuk membantu menentukan kategori performa.
- Training model menggabungkan data simulasi dan data riil dari pengujian shader.
